~ GEREJA IBU TERESA CIKARANG ~

images

Bisikan Natal

“Maka kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” (Luk 2:1-14)

 

Bapa, Mama, Opa, Oma, Om, Tante, Kaka, Ade terkasih, Selamat Hari Natal, semoga damai Tuhan Yesus menyertai anda semua...

Hari Natal, hari kelahiran Yesus Kristus ke tengah dunia. Bagi kita, ibarat merayakan hari ulang
tahun (ultah), tentu adalah hari yang menyenangkan. Bayangkan saja di zaman sekarang, jika seseorang merayakan hari ultah maka status media sosialnya seperti facebook kebanjiran ucapan syukur. Nah, bagaimana dengan Yesus ya? Tentu, banyak orang dari segala penjuru dunia
merayakan kesukaan besar dari surga ini.

Di setiap album Natal, pernahkah kita memahami tentang nurani seorang ibu memandang bayinya yang telah lahir? Pernahkah kita memahami kesetiaan Allah yang rela memberikan putra-Nya untuk kita? Pernahkah kita merenungkan tentang tahun yang berganti, Desember yang terulang, dan tentunya Natal yang selalu terlewati, apakah selalu sama ataukah senantiasa
dibaharui dalam hidup kita? Apakah kita masih punya kerinduan ataukah penyesalan dalam setiap album natal? Apakah kita hanya menyiapkan tempat layaknya penginapan semalam ataukah sebuah rumah bagi Imanuel? Apakah kita selalu menyimpan kenangan-kenangan natal di setiap momennya? Apakah kita selalu mengingat renungan pastor di setiap Misa Natal? Apakah kita selalu mengingat tema Natal setiap tahunnya?

Mungkin kita tidak mengingat semuanya, tetapi satu hal yang pasti, tidak ada yang sia-sia bagi kita yang selalu merenungkannya walaupun kita terkadang tidak pernah mengetahui kuasa Tuhan atas hidup kita. Ingatlah, di setiap detik kehidupan kita, Yesus selalu hadir dengan rencana-Nya yang ajaib.

Bapa, Mama, Opa, Oma, Om, Tante, Kaka, Ade terkasih, Makna kelahiran selalu berkesan bagi
setiap keluarga. Bayangkan saja, ketika kita melihat kepolosan seorang bayi menangis. Atau, seorang bayi yang sedang memandang kita dalam damai. Sungguh suasana seperti itu adalah hal
yang tentunya tak akan kita lewatkan begitu saja. Nah, apalagi wajah Tuhan kita yang lahir dalam wujud bayi mungil di kandang Betlehem. Ia datang dengan begitu adanya, selayaknya seorang bayi. Begitu lugunya, begitu polosnya, Yesus hadir dengan memandang kita tanpa pernah ingin menghakimi segala pengalaman kejatuhan kita dalam dosa. Ia melihat kita sebagaimana kita merasakan damai ketika dipandang oleh seorang bayi. Mampukah kita berpaling dari tawaran sejarah keselamatan dari Tuhan? Mampukah kita berpaling kepada Tuhan, ketika Ia masih menerima kita di hari Natal ini untuk dilahirkan baru dalam kasihNya?

Bapa, Mama, Opa, Oma, Om, Tante,Kaka, Ade terkasih,
Di hari Natal ini, Yesus datang dalam wujud sebagai seorang bayi normal seperti lainnya. Ia terbaring dalam kasih seorang Ibu; dalam bungkusan lampin dan terbaring dalam palungan. Ia
datang dalam tangisan seperti hal biasanya manusia pertama kali hadir dalam dunia ini.

Mengapa Yesus hadir seperti biasa adanya hidup kita? Mengapa kita selalu membayangkan kehadiran Tuhan seperti guntur di langit? Mengapa kita terkadang susah menerima kehadiran Yesus dalam wujud seorang bayi seperti biasanya, seperti sederhananya hembusan
angin pagi?

Hari ini, Ia datang dalam tangisan, dalam kesederhanaan, dalam kedamaian suasana padang rumput,banyak domba dan para gembala. Ia hadir di tengah dunia agar kita peka terhadap segala hal yang sederhana, hal yang apa adanya di mata Tuhan. Ia mau menjadi “Anak” dalam keluarga kita sebagai hadiah Natal yang sederhana dalam momen ini.

Jika kita membayangkan seorang bayi, tentunya kita tahu, seorang bayi tidak mungkin mengerti bahasa kita, tapi ia mengerti gerak gerik kita, ia melihat wajah kita dengan senyuman. Marilah kita semua, buanglah segala mimpi kita, segala beban kita, segala target kita, dan perlahan datanglah ke kandang Betlehem, temuilah bayi Yesus dalam kesederhanaan kita, karena yang Ia butuhkan adalah kedatangan kita dalam damai bersama-Nya.

Bisikan Natal memberikan kita kedamaian tentang kelahiran Juru Selamat yang menebus dosa kita. Bisikan Natal memberikan kita ketenangan tentang cerita kasih dalam keluarga kita. Terimalah Yesus dalam keluarga kita, dalam hati kita. Apapun adanya hati kita, terimalah Ia. Sesederhana hujan turun membasahi apa saja di bumi, demikian pula Yesus tetap sesederhana itu pula datang ke dalam hati kita. Entah di mana hati kita berada, apakah di kadang hina ketika kita terhanyut dalam masalah dan godaan, ataupun di palungan harapan hati kita, Tuhan Yesus tetap datang dalam wujud bayi dihati kita. Ia hanya mau kita menerima-
Nya sebagai bayi dalam rumah kita. Dengan demikian, kedamaian hadir dalam suasana Natal ini.

Bapa, Mama, Opa, Oma, Om, Tante, Kaka, Ade terkasih,
Marilah belajar menjadi seorang bayi dalam kehidupan keluarga kita. Bayangkanlah kita seperti seorang bayi yang dikelilingi damai oleh seluruh keluarga dan kerabat kita. Kita hanya dapat merasakan kebahagiaan yang terpancar jika kita menjadi seorang bayi seperti Yesus di kandang Betlehem. Jika kita telah menjadi seorang bayi dalam kehidupan kita, belajarlah menjadikan hati kita sebagai kandang Natal untuk Tuhan. Hanya dengan masuk dalam suasana inilah kita mengerti arti kelahiran Juru Selamat Penebus Dunia.

Semoga kita semua menemukan momen Natal terindah hari ini, Semoga kita semua mendengarkan bisikan Natal dari Tuhan untuk kita hari ini Dan, semoga kita semua menerima bayi Yesus dalam kasih keluarga dan hati kita masing-masing.


Damai bersama anda sekalian.

 

Allan Lampur



Dipost Oleh Simon

~ Simon ~

Tinggalkan Komentar