~ GEREJA IBU TERESA CIKARANG ~

images

Siapkanlah Jalan Bagi Tuhan

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus, apa yang kita lakukan jika kita akan mendapat tamu yang istimewa bagi kita? Pasti kita akan bersiap-siap, kita akan membersihkan rumah atau menyiapkan makanan bahkan segala sesuatunya sebagai bentuk penghargaan kita terhadap tamu yang datang. Itulah sikap kita ketika menanti seseorang yang mau datang ke rumah kita. Namun bagaimana sikap penantian kita terhadap kedatangan Tuhan dalam hidup kita? Kira-kira apa yang kita lakukan?

 

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus, kita sedang berada di minggu Adven. Adven berarti penantian. Siapakah yang kita nantikan? Yaitu Yesus Kristus yang lahir menjadi Juruselamat bagi kita semua. Kita menanti Tuhan Yesus maka tentu kita harus menanti dengan sikap yang benar yang mengarah pada apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan. Lewat Nabi Yesaya mengingatkan kita agar mempersiapkan jalan bagi Tuhan (ay.3-4). Jalan seperti apa yang harus disiapkan? Yaitu jalan yang rata, yang lurus, menutupi lembah, meratakan gunung dan bukit, dan Jalan yang dimaksud adalah hati kita. Hati kita harus dibersihkan dari hal-hal yang menghalangi kita melihat kemuliaan Tuhan. Dalam bahasa Yesaya disebut sebagai model hati yang perlu dibentuk, dibersihkan untuk menjadi hati yang bersih, yang rata, tidak berlekuk-lekuk tapi lurus. Namun saudara-saudari kekasih, seringkali hati kita dipenuhi dengan lekukan ketidaktaatan dan ketidaksetiaan, gunung kesombongan, bukit keangkuhan, belantara kemunafikan dan berbagai sikap-sikap yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Karenanya kita kembali diingatkan untuk mempersiapkan hati.

 

Pertanyaan bagi kita sekalian, apa yang sedang kita siapkan dalam menanti tamu penting dan istimewa bagi keselamatan kita? Apa yang kita lakukan dalam menyambut Tuhan khususnya saat Natal nanti? Mungkin kita mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan Natal, tapi harus diingat ada yang paling penting kita siapkan yaitu HATI.

 

Kita harus menyiapkan hati kita supaya kita bisa menyiapkan jalan bagi Tuhan dengan cara:

1.Memberi diri dan membuka hati bagi panggilan Tuhan.
Yesus Kristus hadir sebagai Juruselamat, yang mengasihi semua orang. Dia sangat peduli dan rindu setiap pribadi datang kepada-Nya, dan beroleh kasih karunia. Matius dan Lukas mencatat, perumpamaan tentang undangan perjamuan. Undangan diberikan kepada semua orang, tetapi tidak semua merespon undangan itu dengan baik, banyak dalil dan alasan yang diberikan untuk menolak undangan tersebut. Perjamuan adalah pesta kegembiraan. Tidak ada yang melebihi kegembiraan dan sukacita untuk hadirnya Juruselamat bagi manusia. Memberi diri dan membuka hati bagi panggilan Tuhan, untuk menerima kasih karuniaNya didalam Yesus Kristus, sebagai Juruselamat adalah langkah terbaik untuk menyambut-Nya.

 

2.Mewujudkan kasih dan sukacita kepada sesama.
Yesus Kristus datang bukan hanya untuk satu pribadi. Kehadiran-Nya sebagai Juruselamat dibutuhkan semua orang, dan kabar baik ini harus diwartakan kepada mereka yaitu semua pribadi di sekitar kita. Kasih dan sukacita yang nyata hendaknya diwujudkan melalui hidup kita, supaya mereka yang di sekeliling kita juga merasakan, melihat kehadiran Juruselamat, yang begitu mengasihi dan peduli atas mereka. Dan akhirnya kita berharap dan rindu mereka juga menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan penyelamat, yang mengampuni dan memberikan hidup baru secara pribadi di dalam diri mereka.

 

Semoga hati kita siap menyambut Nya, biarlah sukacita dan kegembiraan hadirnya sang Juruselamat, penebus dosa memenuhi kita semua.

 

Br Paulus Sumarno FIC

 

 

 

 



Dipost Oleh Simon

~ Simon ~

Tinggalkan Komentar